DINAMIKA GERAK
A. Massa dan Berat
Massa dan berat merupakan dua hal yang
berbeda, meskipun dalam keseharian orang sering mencampur adukkan pengertian
keduanya. Misalnya, ada seseorang yang mengatakan berat tubuhnya 60 kg,
padahal yang dimaksud tubuhnya bermassa 60 kg.
Massa adalah ukuran banyaknya materi yang di kandung oleh suatu benda.
Atau, Massa adalah ukuran kelembaman ( kemampuan mempertahankan gerak ) suatu
benda. Massa suatu benda di manapun sama. Massa benda dan di bumi dan di bulan
sama. Massa benda dan di puncak yang tinggi juga sama. Hal biasa di pahami karena
massa menyatakan banyaknya zat yang di kandung oleh suatu benda.
Berat adalah gaya gravitasi bumi (
sering disebut gaya tarik bumi ). Karena itu vektor berat selalu berarah tegak
lurus pada permukaan bumi menuju ke pusat bumi. Dengan demikian vektor suatu
benda dibumi selalu berarah tegak lurus kebawah dimanapun posisi benda
diletakkan, baik horizontal, miring atupun tegak. Berat
adalah besarnya gaya gravitasi bumi yang
bekerja pada suatu benda. Berat benda dapat di ubah-ubah menurut tempat
dimana benda tersebut berada. Berat benda di bumi dan di bulan berbeda-beda, karena
berat menyatakan ukuran gaya gravitasi yang bekerja pada benda tersebut. Gaya
gravitasi bumi lebih besar dari pada gaya gravitasi bulan. Akibatnya berat
benda ketika berada di bumi lebih besar dibandingkan beratnya ketika berada di
bulan. Berat benda di puncak lebih kecil dibandingkan beratnya ketika berada di
tepi pantai. Makin tinggi benda ini dari permukaan bumi, maka beratnya lebih
kecil. Massa benda (m) tetap, maka berat benda (w) ditentukan oleh percepatan
gravitasi berbeda dengan satu tempat dengan tempat yang lain. Percepatan
gravitasi di bulan adalah 1/6 kali gravitasi di bumi. Akibatnya berat benda di
bulan 1/6 kali dari beratnya bumi.
Perbedaan massa dan berat
Massa :
1. Menyatakan banyaknya materi yang terkandung pada suatu benda.
2. Besarnya di mana-mana tetap
3. Termasuk besaran skalar (besaran yang hanya memiliki besar saja)
4. Satuan dalam internasional (SI) adalah kilogram
5. Diukur dengan menggunakan neraca Ohauss
Berat :
1. Menyatakan besarnya gaya tarik gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda
2. Besarnya berubah-ubah sesuai kedudukannya (tergantung pada percepatan gravitasi di tempat tersebut). Semakin jauh dari pusat bumi berat suatu benda semakin berkurang. Demikian juga berat benda di kutub akan lebih besar dibandingkan berat benda di khatulistiwa.
3. Termasuk besaran vektor (besaran yang memiliki besar dan arah)
4. Satuan dalam internasional (SI) adalah newton
5. Diukur dengan menggunakan neraca pegas (dinamometer)
Massa :
1. Menyatakan banyaknya materi yang terkandung pada suatu benda.
2. Besarnya di mana-mana tetap
3. Termasuk besaran skalar (besaran yang hanya memiliki besar saja)
4. Satuan dalam internasional (SI) adalah kilogram
5. Diukur dengan menggunakan neraca Ohauss
Berat :
1. Menyatakan besarnya gaya tarik gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda
2. Besarnya berubah-ubah sesuai kedudukannya (tergantung pada percepatan gravitasi di tempat tersebut). Semakin jauh dari pusat bumi berat suatu benda semakin berkurang. Demikian juga berat benda di kutub akan lebih besar dibandingkan berat benda di khatulistiwa.
3. Termasuk besaran vektor (besaran yang memiliki besar dan arah)
4. Satuan dalam internasional (SI) adalah newton
5. Diukur dengan menggunakan neraca pegas (dinamometer)
Misalnya,
sebuah apel yang bermassa 200 g akan mempunyai berat yang berbeda-beda
ketika ditimbang pada tempat yang berbeda. Apel yang bermassa 200 g, mempunyai
berat 1,96 N ketika ditimbang dipermukaan bumi (percepatan gravitasi 9,8
m/s2), beratnya 1,952 ketika ditimbang di atas gunung (percepatan
gravitasi 9,76 m/s2), bahkan beratnya hanya 0,327 ketika ditimbang
di bulan.
Hubungan
massa dan berat
Jika
suatu benda di lepaskan dari ketinggian tertentu benda akan jatuh. Jika
hambatan agin di abaikan , maka satu-satunya gaya yang bekerja pada benda
adalah gaya gravitasi bumi ( berat benda ). Benda akan mengalami gerak jatuh
bebas dengan percepan kebawah sama dengan percepatan gravitasi.
Massa dan berat dihubungkan dengan
persamaan
W = m g
W = berat (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Contoh Soal
Seorang anak bermassa 40 kg ketika ditimbang di bumi. Jika percepatan gravitasi bumi 9,8 m/s2 dan percepatan gravitasi bulan 1/6 kali percepatan gravitasi bumi. Tentukan :
a. berat benda di bumi
b. massa benda di bulan
c. berat benda di bulan
Penyelesaian
Diketahui :
mbm = 40 kg
gbm = 9,8 m/s2
gbl = 1/6 x gbm
Ditanya :
a. Wbm
b. mbl
c. Wbl
Jawab :
a. Wbm = mmb. gbm = 40. 9,8 = 392 N
b. Massa di mana-mana tetap, sehingga mbm = mbl = 40 kg
c. Wbl = mbl. gbl = 40. 1/6. 9,8 = 65,3 N
W = m g
W = berat (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Contoh Soal
Seorang anak bermassa 40 kg ketika ditimbang di bumi. Jika percepatan gravitasi bumi 9,8 m/s2 dan percepatan gravitasi bulan 1/6 kali percepatan gravitasi bumi. Tentukan :
a. berat benda di bumi
b. massa benda di bulan
c. berat benda di bulan
Penyelesaian
Diketahui :
mbm = 40 kg
gbm = 9,8 m/s2
gbl = 1/6 x gbm
Ditanya :
a. Wbm
b. mbl
c. Wbl
Jawab :
a. Wbm = mmb. gbm = 40. 9,8 = 392 N
b. Massa di mana-mana tetap, sehingga mbm = mbl = 40 kg
c. Wbl = mbl. gbl = 40. 1/6. 9,8 = 65,3 N
B. Gaya dan Macam – Macam Gaya
Gaya
dibedakan menjadi gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Gaya sentuh terjadi jika
benda yang memberikan gaya dan benda yang menerima gaya melakukan kontak
langsung. Contohnya, orang menarik orang, orang menarik karet, mobil menabrak
mobil lain, dan atlet memutar martil. Pada gaya tak sentuh, benda yang
memberikan gaya dan benda yang menerima gaya tidak terjadi kontak langsung.
Contohnya, gaya tarik matahari pada planet-planet yang mengelilinginya, gaya
antara magnet dan besi, serta gaya antara potongan-potongan kertas kecil dengan
mistar plastik yang sudah digosok dengan rambut kering.
Besaran gaya dapat diukur menggunakan
alat ukur gaya yang sederhana disebut neraca pegas. Neraca pegas terdiri atas
sebuah pegas yang digantungi dengan kait penggantung beban. Di atas pegas
terdapat jarum penunjuk gaya. Ketika gaya pada kait beban merentangkan pegas,
jarum penunjuk akan bergerak pada skala neraca. Angka pada skala neraca
menunjukkan besar gaya yang sedang diukur. Semakin kuat pegas, semakin besar
gaya yang dapat diukur oleh neraca pegas.
Satuan gaya dalam Satuan Internasional (SI) adalah newton
dan dilambangkan N.
Satuan yang lainnya adalah dyne.
1 Newton = 105 dyne.
Ada
beberapa macam gaya yang kita kenal diantaranya : Gaya gesek, Gaya gravitasi,
Gaya otot, Gaya mesin, Gaya pegas, Gaya magnet.
1.
Gaya Gesekan
Gaya gesekan merupakan gaya yang ditimbulkan oleh peermukaan
benda yang saling bergesekan. Kedua permukaan yang bergesekan pasti bersentuhan
sehingga gaya gesekan dikatakan gaya sentuh. Gaya gesekan arahnya selalu
berlawanan dengan arah gerak benda, sehingga dapat melambatkan gerak benda.
Gesekan mengubah energi kinetik menjadi energi panas ketika gesekan menahan
gaya gesekan.
Gaya
gesekan dibedakan menjadi :
- Gaya gesekan
statis, merupakan gaya gesekan yang timbul sejak benda diberi gaya sampai
sesaat sebelum benda dimulai bergerak.
- Gaya gesekan
kinetis, adalah gaya gesekan yang timbul ketika benda bergerak.
Gaya gesekan ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran
permukaan benda yang bersentuhan. Semakin halus permukaan benda maka semakin
kecil gaya gesekan. Dan sebaliknya, semakin kasar permukaan benda, semakin
besar gaya gesekan. Cara mengurangi gesekan dengan menggunakan minyak pelumas,
untuk mengambangkan kedua permukaan sehingga keduanya tidak langsung
bersentuhan.
Contoh
gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari :
- Pembuatan jalan
raya tidak boleh licin sehingga saat bergesekan dengan ban tidak akan
tergelincir
- Mata bor dengan
gerinda dan pisau yang diasah juga memanfaatkan gaya gesekan sehingga
pisau bisa lebih tajam
- Gesekan antara
sepatu pemain sepak bola dengan rumput menyebabkan pemain tidak mudah
jatuh. Pada bawah sepatu terdapat paku-paku agar tidak tergelincir.
- Korek api
menggunakan gesekan.
- Rem sepeda
dengan menggunakan dua bantalan karet untuk menjepit poros ban sepeda.
Gaya
gesekan yang merugikan :
- Gaya gesekan
pada permukaan dan yang sedang bergerak menimbulkan panas pada permukaan
tersebut. Ban yang melaju dengan waktu yang lama akan menjadi panas dan
mudah pecah.
- Gaya gesekan
pada mesin kendaraan menyebabkan mesin cepat aus, cepat panas, dan
penggunaan bahan bakar menjadi boros. Karena itu, mesin diberi minyak
pelumas untuk mengurangi gesekan.
- Gaya gesekan
antara air hujan dengan tanah pegunungan yang tandus menyebabkan erosi dan
kesuburan tanah menjadi hilang.
- Gesekan antara
mobil dengan udara menyebabkan mobil tidak dapat bergerak dengan kecepatan
maksimal.
2.
Gaya Berat
(Gaya Gravitasi)
Gaya berat merupakan gaya tarik antara dua benda yang
memiliki massa. Gaya ini juga disebut gaya gravitasi. Adanya gaya gravitasi
bumi menyebabkan semua benda yang ada di permukaan bumi selalu ditarik ke arah
pusat bumi. Semakin jauh dari pusat bumi, maka berat benda semakin berkurang.
Penerapan gaya gravitasi dalam kehidupan sehari-hari
adalah sebagai berikut :
- Para penerjun
bebas mengalami percepatan gravitasi penuh hanya selama beberapa saat
setelah melompat dari pesawat.
- Pesawat luar
angkasa yang sedang beredar mengelilingi bumi akan mengalami percepatan ke
arah bumi akibat gaya gravitasi. Akibatnya penumpang pesawat merasa
kehilangan berat badan karena gaya yang dapat menyebabkan benda jatuh
bebas.
3.
Gaya Pegas
Gaya pegas adalah gaya yang dimiliki oleh pegas yang
tergantung atau pegas yang terenggang ataupun termampatkan. Gaya pegas juga
terdapat pada anak panah yang terlepas dari busurnya. Contoh lainnya : perenang
yang meloncat dari papan loncat di kolam renang.
4.
Gaya Listrik
Gaya listrik adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda-benda
yang bermuatan listrik. Contoh gaya listrik adalah alat rumah tangga yang
digerakkan dengan tenaga listrik, seperti solder listrik mengubah energi
listrik menjadi energi panas, radio mengubah energi listrik menjadi energi
bunyi, serta lampu mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.
5.
Gaya Otot
Gaya otot adalah tarikan atau dorongan terhadap suatu benda
yang dihasilkan oleh otot. Contohnya gaya otot dalam kehidupan sehari-hari
adalah kuda yang menarik kereta, orang yang mendorong mobil.
6.
Gaya Mesin
Gaya mesin adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh
mesin. Contohnya, sebuah mobil yang sedang bergerak melaju karena adanya gaya
mesin.
7.
Gaya Magnet
Gaya magnet adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh
magnet. Contohnya besi diatas meja akan tertarik oleh magnet saat didekatkan.
C. Hukum Newton I,II,III
Hukum 1 Newton
Hukum Newton ini berbunyi "Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan".
Hukum Newton ini berbunyi "Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan".
Rumus Hukum Newton 1 : ∑F = 0, Artinya resultan gaya sama
dengan nol.
Benda yang diam akan bergerak
jika diberi gaya. Benda yang sudah bergerak dengan kecepatan tertentu, akan
tetap bergerak dengan kecepatan itu jika tidak ada gangguan (gaya). Hal diatas
merupakan dasar dari Hukum Newton I yang dapat dituliskan sebagai berikut:
Jika gaya total yang bekerja pada benda itu sama dengan nol, maka benda yang sedang diam akan tetap diam dan benda yang sedang bergerak lurus dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Secara sederhana Hukum Newton I mengatakan bahwa percepatan benda nol jika gaya total (gaya resultan) yang bekerja pada benda sama dengan nol. Hukum Newton I sering disebut dengan hukum Inersia, Hukum Newton I ini berlaku jika keadaan benda memenuhi syarat jumlah gaya yang bekerja pada benda adalah sama dengan nol.
Sebenarnya pernyataan hukum Newton I di atas sudah pernah diucapkan oleh Galileo beberapa tahun sebelum Newton lahir Galileo mengatakan: Kecepatan yang diberikan pada suatu benda akan tetap dipertahankan jika semua gaya penghambatnya dihilangkan.
Contoh inersia benda adalah: meja yang diam selamanya akan diam (tidak bergerak) selama tidak ada gaya yang bekerja padanya, karung di atas mobil terlempar ke depan ketika mobilnya tiba-tiba berhenti karena tabrakan.
Contoh:
- Penumpang akan serasa terdorong kedepan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.
- Koin yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara cepat.
Jika gaya total yang bekerja pada benda itu sama dengan nol, maka benda yang sedang diam akan tetap diam dan benda yang sedang bergerak lurus dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Secara sederhana Hukum Newton I mengatakan bahwa percepatan benda nol jika gaya total (gaya resultan) yang bekerja pada benda sama dengan nol. Hukum Newton I sering disebut dengan hukum Inersia, Hukum Newton I ini berlaku jika keadaan benda memenuhi syarat jumlah gaya yang bekerja pada benda adalah sama dengan nol.
Sebenarnya pernyataan hukum Newton I di atas sudah pernah diucapkan oleh Galileo beberapa tahun sebelum Newton lahir Galileo mengatakan: Kecepatan yang diberikan pada suatu benda akan tetap dipertahankan jika semua gaya penghambatnya dihilangkan.
Contoh inersia benda adalah: meja yang diam selamanya akan diam (tidak bergerak) selama tidak ada gaya yang bekerja padanya, karung di atas mobil terlempar ke depan ketika mobilnya tiba-tiba berhenti karena tabrakan.
Contoh:
- Penumpang akan serasa terdorong kedepan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.
- Koin yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara cepat.
Hukum 2 Newton
Bunyi hukum ke-2 Newton adalah “Perceoatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan masa benda”.
Penerapan hukum 2 newton ini adalah Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut. Hukum Newton II akan membicarakan keadaan benda jika resultan gaya yang bekerja tidak nol. Bayangkan anda mendorong sebuah benda yang gaya F dilantai yang licin sekali sehingga benda itu bergerak dengan percepatan a. Menurut hasil percobaan, jika gayanya diperbesar 2 kali ternyata percepatannya menjadi 2 kali lebih besar. Demikian juga jika gaya diperbesar 3 kali percepatannya lebih besar 3 kali lipat. Dan sini kita simpulkan bahwa percepatan sebanding dengan resultan gaya yang bekerja. Dan massa bendanya divariasikan tetapi gayanya dipertahankan tetap sama. Jika massa benda diperbesar 2 kali, ternyata percepatannya menjadi ½ kali. Demikian juga jika massa benda diperbesar 4 kali, percepatannya menjadi ¼ kali percepatan semula. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa percepatan suatu benda berbanding terbalik dengan massa benda itu.
Kedua kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen tersebut dapat diringkaskan dalam Hukum Newton II : Percepatan suatu benda sebanding dengan resultan gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan massanya.
Bunyi hukum ke-2 Newton adalah “Perceoatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan masa benda”.
Penerapan hukum 2 newton ini adalah Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut. Hukum Newton II akan membicarakan keadaan benda jika resultan gaya yang bekerja tidak nol. Bayangkan anda mendorong sebuah benda yang gaya F dilantai yang licin sekali sehingga benda itu bergerak dengan percepatan a. Menurut hasil percobaan, jika gayanya diperbesar 2 kali ternyata percepatannya menjadi 2 kali lebih besar. Demikian juga jika gaya diperbesar 3 kali percepatannya lebih besar 3 kali lipat. Dan sini kita simpulkan bahwa percepatan sebanding dengan resultan gaya yang bekerja. Dan massa bendanya divariasikan tetapi gayanya dipertahankan tetap sama. Jika massa benda diperbesar 2 kali, ternyata percepatannya menjadi ½ kali. Demikian juga jika massa benda diperbesar 4 kali, percepatannya menjadi ¼ kali percepatan semula. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa percepatan suatu benda berbanding terbalik dengan massa benda itu.
Kedua kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen tersebut dapat diringkaskan dalam Hukum Newton II : Percepatan suatu benda sebanding dengan resultan gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan massanya.
Rumus
Hukum Newton 2 :
a
= ∑F atau F = m x a
Keterangan
: F = Gaya dalam newton (N)
m= Masa benda dalam kilogram (kg)
a = Percepatan dalam (m/s²)
m= Masa benda dalam kilogram (kg)
a = Percepatan dalam (m/s²)
Hukum 3
Newton
Untuk hukum ke 3 Newton ini berbunyi "Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan."
Hukum ketiga menyatakan bahwa tidak ada gaya timbul di alam semesta ini, tanpa keberadaan gaya lain yang sama dan berlawanan dengan gaya itu. Jika sebuah gaya bekerja pada sebuah benda (aksi) maka benda itu akan mengerjakan gaya yang sama besar namun berlawanan arah (reaksi). Dengan kata lain gaya selalu muncul berpasangan. Tidak pernah ada gaya yang muncul sendirian.
Contoh :
üGaya gravitasi bumi
Gaya aksi adalah berat benda itu W = mg. Gaya ini dialami benda akibat tarikan bumi (abaikan gaya-gaya lain). Gaya reaksinya adalah gaya pada bumi akibat tarikan benda itu, WR = -W.
Gaya reaksi WR ini akan memberikan percepatan pada bumi mendekati benda sama seperti gaya W menarik benda ke permukaan akibat gaya reaksi sangat kecil sekali, sehingga boleh diabaikan bumi boleh dianggap tetap diam).
Rumus Hukum Newton 3 : F aksi = - F reaksi
Untuk hukum ke 3 Newton ini berbunyi "Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan."
Hukum ketiga menyatakan bahwa tidak ada gaya timbul di alam semesta ini, tanpa keberadaan gaya lain yang sama dan berlawanan dengan gaya itu. Jika sebuah gaya bekerja pada sebuah benda (aksi) maka benda itu akan mengerjakan gaya yang sama besar namun berlawanan arah (reaksi). Dengan kata lain gaya selalu muncul berpasangan. Tidak pernah ada gaya yang muncul sendirian.
Contoh :
üGaya gravitasi bumi
Gaya aksi adalah berat benda itu W = mg. Gaya ini dialami benda akibat tarikan bumi (abaikan gaya-gaya lain). Gaya reaksinya adalah gaya pada bumi akibat tarikan benda itu, WR = -W.
Gaya reaksi WR ini akan memberikan percepatan pada bumi mendekati benda sama seperti gaya W menarik benda ke permukaan akibat gaya reaksi sangat kecil sekali, sehingga boleh diabaikan bumi boleh dianggap tetap diam).
Rumus Hukum Newton 3 : F aksi = - F reaksi
Contohnya: Mendorong mobil, gaya tarik menarik magnet.
D. Aplikasi Hukum Newton Pada Gerak
Hukum-hukum
Newton tentang gerak dapat menjelaskan beberapa peristiwa gerak dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai contoh, alasan mengapa pengendara mobil dianjurkan untuk
menggunakan sabuk pengaman. Menurut Hukum I Newton suatu benda akan cenderung
mempertahankan kedudukannya. Jika benda diam, cenderung tetap diam, dan jika
benda bergerak cenderung terus bergerak. Ketika naik mobil ada dua kemungkinan
yang terjadi, yaitu mobil diam tiba-tiba bergerak dan ketika melaju kencang
tiba-tiba mobil direm mendadak. Pada kemungkinan pertama(mobil diam tiba-tiba
bergerak ),tidak terlalu berbahaya karena tubuh akan tertahan oleh jok mobil,
tetapi pada kemungkinan kedua (mobil tiba-tiba di rem) sangat berbahaya karena
tubuh akan cenderung bergerak dan jika tidak menggunakan sabuk pengaman tubuh
bisa terhenyak pada dashboard mobil. Seseorang akan mengalami gaya tekan
dasboard mobil sebesar 10 kali berat badannya jika dihentikan mendadak pada
kelajuan 70 km/jam.
Dengan menggunakan sabuk pengaman kecelakaan semacam
itu dapat diminimalisiasi. Mobil-mobil terbaru selain dilengkapi sabuk
pengaman, juga ditambah dengan balon udara yang akan menggembung jika terjadi
tabrakan. Sabuk Pengaman Mengapa mobil perlu terus-menerus diinjak pedal gasnya
agar kelajuan sepeda motor konstan? Selain gaya dorong mesin, mobil juga
mengalami gaya-gaya gesekan baik dari mesin maupun udara. Menurut Hukum I
Newton, agar benda bergerak dengan kelajuan konstan, resultan gaya harus sama
dengan nol. Karena itu gaya gesekan ini harus diimbangi Ilmu Pengetahuan Alam 2
Paket 6 Penerapan Hukum-hukum Newton dalam Gerak 6 - 7 dengan gaya tarik/dorong
mesin sepeda motor dengan cara digas. Ketika mobil bergerak dengan kelajuan
konstan, gaya dorong mesin sama dengan gaya gesek.
Mobil dan Gaya Gesekan Mengapa sepeda balap dirancang
seringan mungkin? Sepeda Balap Dibuat Seringan Mungkin Menurut Hukum II Newton
semakin ringan sepeda yang digunakan, semakin sedikit gaya yang harus diberikan
agar sepeda melaju dengan percepatan tertentu. Semakin ringan sepeda berarti
waktu yang diperlukan untuk mencapai kecepatan tertentu juga semakin cepat atau
dapat dikatakan akselerasinya tinggi. Hal ini tentunya juga dapat menghemat
tenaga bagi pembalap. Karena itu, sepeda balap dibuat dari bahan khusus yang
sangat kuat, tetapi juga sangat ringan. Mengapa seorang karateka harus
mempunyai kuda-kuda yang kokoh? Karateka dan Kuda-kudanya Menurut Hukum III
Newton, setiap ada aksi selalu ada reaksi. Menurut Hukum I Newton, benda yang
memiliki inersia besar akan sulit digerakkan dan kalau Ilmu Pengetahuan Alam 2
Paket 6 Penerapan Hukum-hukum Newton dalam Gerak 6 - 8 bergerak sulit
dihentikan.
Dengan kuda-kuda yang baik, seorang karateka
seolah-olah menyatu dengan lantai sehingga inersianya besar. Dengan demikian,
tidak mudah roboh ketika terpukul lawan. Apa sajakah aplikasi Hukum I, II dan
III Newton dalam bidang pekerjaan? Hukum I, II dan III Newton amat diperlukan
dalam berbagai bidang pekerjaan terutama yang berkaitan dengan mekanika.
Perancangan dan konstruksi bangunan misalnya banyak memanfaatkan Hukum I dan
III Newton tentang gerak karena konstruksi bangunan lebih banyak memerlukan
kajian statika atau mekanika pada benda-benda diam. Sementara, para insinyur
yang bekerja dengan benda-benda bergerak sering memerlukan perhitungan yang
cermat terkait dengan penerapan Hukum II Newton tentang gerak.
Berbagai Kegiatan Mekanika Beberapa contoh
permasalahan mekanika yang lain antara lain sebagai berikut. Dua buah balok
dihubungkan dengan sebuah tali ringan melalui sebuah katrol yang tanpa gesekan.
Benda 50 kg terletak di atas lantai yang memiliki koefisien gesekan 0,2, sementara
benda 30 kg tergantung di udara. Berapakah percepatan sistem benda? Jawab
Sketsa gaya-gaya yang bekerja pada sistem benda dapat digambarkan sebagai
berikut (Gambar 6.8). Gambar 6.8 Gaya-gaya yang Bekerja pada Sebuah Benda dan
Diagram Gayanya Ilmu Pengetahuan Alam 2 Paket 6 Penerapan Hukum-hukum Newton
dalam Gerak 6 - 9 Karena terdapat gesekan antara balok 1 dan lantai, berlaku
rumus: f N m g N ges = μ. = μ. . = 0,2.50.9,8 = 98 m .a T 98N 1 = − Pada m2,
berlaku rumus: g m .a 2 2 − = Jika dua buah persamaan tersebut dijumlahkan,
akan didapatkan: 2,4 s2 m Jadi percepatan sistem benda adalah 2,4 m/s2. Dua
buah balok dihubungkan dengan sebuah tali ringan melalui sebuah katrol yang
tanpa gesekan.
Benda 50 kg terletak di atas lantai yang memiliki
koefisien gesekan 0,8, sementara benda 30 kg tergantung di udara. Berapakah
percepatan sistem benda? Jawab Sketsa gaya-gaya yang bekerja pada sistem benda
dapat digambarkan sebagai berikut. Gaya-gaya yang Bekerja pada Sebuah Benda dan
Diagram Gayanya Karena terdapat ada gesekan antara balok 1 dan lantai, berlaku
rumus: f N m g N ges = μ. = μ. . = 0,8.50.9,8 = 392 392N Pada m2, berlaku
rumus: Jika dua buah persamaan tersebut dijumlahkan akan didapatkan: 1,2 s2 a =
− m Meskipun secara matematis perhitungan tersebut benar, dalam kenyataannya
tidak mungkin benda bergeser ke kiri. Inilah salah satu sifat gaya gesekan yang
penting. Jika gaya tarik besarnya lebih kecil daripada gaya gesekan, Ilmu
Pengetahuan Alam 2 Paket 6 Penerapan Hukum-hukum Newton dalam Gerak 6 - 10 benda
masih dalam keadaan diam. Jadi, karena gaya tarik 294 N sementara gaya gesekan
statis maksimum adalah 392, sesungguhnya benda tetap diam.
Menurut hukum I Newton, besarnya gaya gesekan adalah
294, yakni saling menghilangkan dengan gaya tarik yang disebabkan oleh benda 2.
Balok A massanya 2 kg dan balok B massanya 3 kg terletak di atas lantai yang
licin sempurna sebagaimana Gambar 6.10 di bawah. Sistem Dua Buah Balok Dikenai
Gaya Jika balok A mendapatkan gaya dorong sebesar 50 N, carilah: a) percepatan
tiap-tiap balok! b) gaya aksi-reaksi antara balok A dan balok B! Jawab:
Percepatan tiap-tiap balok dapat dihitung dari perbandingan gaya dengan
keseluruhan massa sistem. 10 . 5 50 s2 N m m m a F A B = = + Σ = Jadi
percepatan sistem benda adalah 10 m/s2. Untuk mencari gaya aksi reaksi antara
kedua balok kita dapat menerapkan hukum II Newton untuk salah satu balok.
Misalnya balok A resultan gaya adalah selisih gaya dorong dan gaya reaksi balok
B ( BA f ). Pada balok A berlaku rumus: 2 50 50 BA A BA A f m f m a F − = − = Σ
= f N BA 50 − = 2.10 = 20 Jadi = 30 N Gaya tersebut sama dengan gaya yang
diterima oleh balok B akibat aksi balok A Ilmu Pengetahuan Alam 2 Paket 6
Penerapan Hukum-hukum Newton dalam Gerak 6 - 11 Rangkuman 1. Permasalahan gerak
dalam kehidupan sehari-hari dapat dijelaskan dengan menggunakan Hukum Newton
tentang gerak. 2. Permasalahan gerak pada benda diam dan benda bergerak dengan
kelajuan konstan dapat dianalisis dengan Hukum-hukum Newton I tentang gerak. 3.
Permasalahan gerak pada benda yang bergerak dengan percepatan konstan dapat
dianalisis dengan Hukum-hukum Newton II tentang ergak. 4. Permasalahan yang
terkait dengan hubungan antar benda-benda dapat dianalisis dengan Hukum-hukum
Newton III tentang gerak
E. Usaha dan Energi
Dalam fisika, usaha berkaitan dengan
suatu perubahan. Seperti kita ketahui, gaya dapat menghasilkan perubahan.
Apabila gaya bekerja pada benda yang diam , benda tersebut bisa berubah
posisinya. Sedangkan bila gaya bekerja pada benda yang bergerak, benda tersebut
bisa berubah kecepatannya. Usaha yang dilakukan oleh suatu gaya adalah hasil
kali antara komponen gaya yang segaris dengan perpindahan dengan besarnya
perpindahan. Usaha juga bisa didefinisikan sebagai suatu besaran scalar yang di
akibatkan oleh gaya yang bekerja sepanjang lintasan.
Misalkan suatu gaya konstan F yang
bekerja pada suatu benda menyebabkan benda berpindah sejauh s dan tidak searah
dengan arah gaya F, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Komponen gaya
yang segaris dengan perpindahan adalah Fx = F cos
.
F.
W = Fx . s = (F cos
) . s = Fs cos
Dengan :
W
= Usaha (joule = J)
F
= gaya (N)
S
= perpindahan (m)
Jika sebuah benda menempuh jarak sejauh S akibat gaya F yang
bekerja pada benda tersebut maka dikatakan gaya itu melakukan usaha, dimana arah gaya F harus
sejajar dengan arah jarak tempuh S.
USAHA adalah hasil kali (dot product) antara gaya den jarak yang ditempuh.
USAHA adalah hasil kali (dot product) antara gaya den jarak yang ditempuh.
W = F S = |F| |S| cos q
q
= sudut antara F dan arah gerak
Satuan usaha/energi : 1 Nm = 1 Joule = 107 erg
Dimensi
usaha energi: 1W] = [El = ML2T-2
Kemampuan
untuk melakukan usaha menimbulkan suatu ENERGI (TENAGA).
Energi
dan usaha merupakan besaran skalar.
Beberapa
jenis energi di antaranya adalah:
- ENERGI KINETIK
(Ek)
Ek trans = 1/2 m v2
Ek rot = 1/2 I w2
m = massa
v = kecepatan
I = momen inersia
w = kecepatan sudut
m = massa
v = kecepatan
I = momen inersia
w = kecepatan sudut
- ENERGI POTENSIAL
(Ep)
Ep = m g h
h = tinggi benda terhadap tanah - ENERGI MEKANIK
(EM)EM = Ek + Ep
Nilai EM selalu tetap/sama pada setiap titik di
dalam lintasan suatu benda.
Pemecahan
soal fisika, khususnya dalam mekanika, pada umumnya didasarkan pada HUKUM
KEKEKALAN ENERGI, yaitu energi selalu tetap tetapi bentuknya bisa berubah; artinya
jika ada bentuk energi yang hilang harus ada energi bentuk lain yang timbul,
yang besarnya sama dengan energi yang hilang tersebut.
Ek + Ep = EM
= tetap
Ek1 + Ep1 = Ek2
+ Ep2
ENERGI
POTENSIAL PEGAS (Ep)
Ep
= 1/2 k D x2 = 1/2 Fp Dx
Fp
= - k Dx
Dx
= regangan pegas
k = konstanta pegas
Fp = gaya pegas
k = konstanta pegas
Fp = gaya pegas
Tanda
minus (-) menyatakan bahwa arah gaya Fp berlawanan arah dengan arah
regangan x.
2
buah pegas dengan konstanta K1 dan K2 disusun secara seri
dan paralel:
|
seri
|
paralel
|
|
|
1 =
1 + 1
Ktot K1 K2 |
Ktot = K1 + K2
|
Note:
Energi potensial tergantung tinggi benda dari permukaan bumi. Bila jarak benda
jauh lebih kecil dari jari-jari bumi, maka permukaan bumi sebagai acuan
pengukuran. Bila jarak benda jauh lebih besar atau sama dengan jari-jari bumi,
make pusat bumi sebagai acuan.
4. Energi Potensial Gravitasi
Energi
potensial ini berpotensi untuk melakukan usaha dengan cara mengubah ketinggian.
Semakin tinggi kedudukan suatu benda dari bidang acuan, semakinbesar pula
energy potensial gravitasinya. Usaha untuk mengangkat benda setinggi h adalah
W = Fs = mgh
Dengan
demikian, pada ketinggian h benda mamiliki energy potensial gravitasi, yaitu
kemampuan untuk melakukan usaha sebesar W = mgh. Jadi, energy potensial
gravitasi dapat dirumuskan sebagai
EP = mgh
Dengan,
EP
= energy potensial gravitasi (Joule)
m
= massa benda (kg)
g
= percepatan gravitasi (m/s2)
h
= ketinggian benda dari bidang acuan (m)
G. Hukum Konservasi Energi
Hukum
konservasi energi di sebut juga hukum kekekalan energi
menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan. Energi hanya dapat dilestarikan.
Pada tahun 1831 Faraday telah memperkenalkan bidang listrik magnet. Pada
percobaan sebelumnya ia telah menemukan bahwa arus listrik dapat menghasilkan
sifat kemagnetan, kemudian di percobaan berikutnya ia menunjukkan bahwa magnet
memiliki kekuatan dalam keadaan tertentu untuk menghasilkan listrik. Ia telah
membuktikannya, dan memang benar adanya hubungan antara listrik dan sifat
kemagnetan. Ia kemudian menujukkan bahwa seluruh bagian, baik banyak ataupun
sedikit akan dipengaruhi oleh gaya magnet, dan bahkan cahaya dapat dipengaruhi
oleh magnet contohnya pada fenomena polarisasi. Ia yakin bahwa ia telah
melengkapi segala sesuatu yang berhubungan dengan kelistrikan secara
keseluruhan, konvertibilitas listrik dan aksi kimia.
Kemudian ia menghubungkannya dengan
cahaya, afinitas kimia, sifat kemagnetan, dan kelistrikan. Dan lebih jauh, ia
mengetahui sepenuhnya bahwa tak seorangpun dapat memproduksi kekuatan (energi)
dan menyediakan satu sama lain sampai kapanpun. “ Tidak di tempat
manapun” katanya. “ Apakah mungkin ada energi yang tercipta dengan
sendirinya tanpa adanya suatu pemasok yang cocok untuk menyediakannya.”
Faraday kemukakan ini nyaris tidak disadari sebagian besar orang dan ini
merupakan sebuah kebenaran dan setelah keluarnya pernyataan ini, gagasan yang
dibuatnya ini kemuadian dikenal sebagai sebagai doktrin dari “konservasi
energi”, hukum yang menyatakan pengubahan energi dai satu bentuk ke bentuk lainnyatidak
akan pernah terjamin dalam suatu kuantitas yang sama, atau singkatnya “untuk
menciptakan atau memusnahkan energi adalah suatu ketidakmungkinan, dan seluruh
fenomena dari materi di alam semesta terbentuk dari transformasi energi.
Pemikiran faraday ini merupakan dasar dari hukum kekekalan
energi, dengan kata lain, mulai muncul ide untuk melakukan penelitian mengenai
konservasi energi ini muncul setelah gagasan faraday muncul.
Energi panas,
tidak mampu dibuat, melainkan bentuk dari suatu transformasi energi. Untuk membuktikan
kebenaran mengenai konservasi energi ini, pad abad ke-18 Count Rumford and
Humphry Davy menunjukkan, kerja mungkin diubah kedalam bentuk
panas, dan penafsiran yang benar dari fakta ini berarti transormasi dari molar
menjadi gerakan intro molekular. Namun sebelum Joule bereksperimen dengan
transformai panas, seorang berkebangsaan Denmark telah mempelajarinya
terlebih dahulu, seorang ahli filsafat Kopenhagen, Colding namanya telah
mendapat ide yang sama dan telah mempertunjukkannya. Dan masih di era yang sama
di negara Jerman, 3 orang ilmuan yang telah terlebih dahulu melakukannya dari
Joule dan Colding hampir mampu menunjukkan kebenaran dari hukum ini, namun
sayangnya mereka belum dapat memaparkan secara jelas dan tidak mampu mempertunjukkannya.
Nama dari ketiga orangan jerman itu adalah Mohn, Mayer, dan Helmothz. Mereka
bertiga telah berjasa besar memberikan doktrin terhadap konservasi energi yang
saat ini tengah menjadi perhatian kita.
Karangan
Mayer pada 1847
Helmholtz merangkum kesimpulan dalam
esainya sebagai berikut: Tidak mungkin untuk menurunkan jumlah tak terbatas
dari kekuatan mekanik (energi) meskipun dengan cara apapun termasuk
mengkombinasikannya sedimikian rupa secara alamiah.
Tahun 1847, untuk
pertama kalinya Thomson mendengar karya James Joule mengenai hubungan panas dan
gerak mekanis. Asas penyimpanan tenaga dalam karya Joule kelak dikenal sebagai
Hukum Termodinamika Pertama. Meskipun Joule diakui sebagai penemu utama
termodinamika, Thomsonlah yang "memantapkan termodinamika menjadi disiplin
ilmu yang resmi dan merumuskan hukumnya yang pertama dan kedua dengan
terminologi yang tepat."
Hukum
Termodinamika Pertama menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun
dimusnahkan, tetapi bentuknya dapat diubah. Artinya, jumlah tenaga/zat di alam
semesta adalah tetap. "Hukum ini secara meyakinkan mengajarkan bahwa alam
semesta tidak menciptakan diri sendiri! Struktur alam semesta sekarang adalah
hasil konservasi, bukan inovasi sebagaimana dinyatakan oleh teori
evolusi."Tahun 1851, Thomson menerbitkan tulisan berjudul "On the
Dynamical Theory of Heat", yang mendukung teori Joule mengenai
panasdan gerak. Tulisan ini merupakan langkah penting dalam prosesperpaduan
bagian fisika yang terpisah-pisah. Karya ini juga memuat Hukum Termodinamika
Kedua versi Thomson. (Tanpa diketahui Thomson,tahun sebelumnya, ahli fisika
Jerman, R.J.E. Clausius sudah mengajukan hukum yang sama dengan Hukum
Termodinamika Kedua versi Thomson.)
Hukum Kedua
Termodinamika juga disebut Hukum Peluruhan Energi. Asasuniversal yang mendasari
hukum ini menunjukkan bahwa semua sistem,jika tidak diprogram sebelumnya atau
tidak diatur dengan tepat,cenderung berubah dari keadaan teratur menjadi tidak
teratur. Inimenunjukkan bahwa secara keseluruhan, alam semesta
berprosesterus-menerus menuju kondisi di mana pengaturan semakin berkurang.
Ringkasnya, hukum termodinamika menunjukkan bahwa "jumlah tenaga dialam semesta
tidak berubah, tapi tenaga yang ada senantiasa berkurang."
Energi disipasi
adalah energi yang hilang dalam suatu sistem. Hilang dalam arti berubah menjadi
energi lain yang tidak menjadi tujuan suatu sistem. Contohnya, energi panas
yang timbul akibat gesekan, Energi listrik yang terbuang akibat adanya hambatan
pada kawat penghantar.Energi panas pada trafo. trafo itu dikehendaki untuk
mengubah tegangan. Namun pada kenyataan timbul panas pada trafo. Panas ini
dapat dianggap energi disipasi.
Videos about YouTube Channel (feat. Houskiy)|YouTube
BalasHapusYouTube Channel (feat. Houskiy)| YouTube Channel (feat. Houskiy)| YouTube Channel (feat. Houskiy)| YouTube Channel (feat. Houskiy)| youtube to mp3 YouTube Channel (feat. Houskiy).